Prosa Lama:
Ciri-ciri:
- Bersifat istana sentris
- Statis (Kejadian atau peristiwanya tidak berkembang)
- Anonim ( Tidak ada nama pengarangnya )
- Dikisahkan secara lisan
- Dipengaruhi kebudayaan Hindu dan Arab
- Mite : Mitos, Roh halus
- Sage : Kepahlawanan
- Dongeng : Cerita Khayalan
- Fabel : Cerita Binatang
- Hikayat : Cerita tentang raja-raja
- Legenda : Asal usul suatu tempat
- Cerita berbingkai : Cerita dalam cerita
Prosa Baru:
Ciri-Ciri:
- Bersifat masyarakat sentris
- Dinamis (Kejadian atau kisahnya berkembang)
- Nama pengarangnya ditulis dengan jelas
- Ada buku (Ditulis)
- Dipengaruhi kebudayaan barat
Bentuk:
- Cerpen: Prosa naraktif fiktif, cenderung padat dan langsung pada tujuannya.
- Novel: Karya fiksi yang ditulis secara naratif, biasanya berbentuk cerita.
- Roman: Kisah dari lahir hingga meninggak, tokohnya fiktif
- Riwayat (otobiografi): Tokohnya nyata
- Antologi: kumpulan cerpen yang dibukukan
Prosa memiliki 2 unsur yaitu unsur intrisik dan unsur ektrinsik.
Unsur Intrisik:
- Tema adalah pokok atau dasar cerita.
- Latar adalah tempat, waktu, suasana yang terdapat dalam cerita.
- Alur adalah jalan cerita. Alur dibagi 3 yaitu: Alur maju (jalan cerita dari waktu sekarang ke masa depan), Alur mundur (jalan cerita dari waktu masa depan ke masa sekarang), Alur campuran (jalan cerita diantara waktu sekarang dengan waktu yang akan datang)
- Tokoh adalah pemain atau pemeran. Tokoh dibagi 2 yaitu: Tokoh utama (tokoh yang paling banyak diceritakan) dan Tokoh Pembantu (Tokoh bawaan atau figuran).
- Penokohan adalah watak atau sifat atau karakter yang dimiliki tokoh. Penokohan dibagi 3 yaitu: Protagonis (memiliki sifat baik), Antagonis (lawan dari protagonis), dan Tritagonis (tokoh netral, tidak memihak protagonis maupun antagonis).
- Sudut Pandang adalah cara pengarang dalam menyampaikan cerita. Sudut pandang dibagi 4: Sudut pandang "Orang pertama", sudut pandang "orang kedua", sudut pandang "orang ketiga", dan sudut pandang "pengarang serba tahu".
- Amanat, adalah pesan yang ingin pengarang sampaikan melalui ceritanya
- Pesan Moral: berhubungan dengan skipa seseorang.
- Pesan Sosial: Hubungan antar tokoh (relasi).
- Pesan Budaya: Berhubungan dengan kultur atau ciri khas daerah tertentu.
- Pesan Agama: Berhubungan dengan kepercayaan hubungan seorang dengan Tuhan.
- Pesan Pendidikan: berhubungan dengan ilmu pengetahuan atau wawasan.
Unsur Ektrinsik: unsur diluar cerita yang berasal dari pengarang. Contoh unsur ektrinsik: faktor geografi pengarang, faktor sosiologis, faktor pendidikan, faktor psikologis, dan latar belakang budaya.
Puisi adalah karya yang padat kata-kata, tetapi kaya akan makna atau pesan serta ditandai dengan bahasa yang indah.
Puisi terbagi menjadi 2 yaitu Puisi Lama, dan Puisi Baru. perbedaan kedua jenis puisi itu adalah puisi lama terikat oleh aturan, sedangkan puisi baru tidak terikat aturan. Puisi lama juga lebih mengutamakan bentuk daripada isi sedangkan puisi baru lebih mengutamakan isi daripada bentuk.
Puisi Lama:
- Mantra adalah puisi lama yang berisi kata-kata atau ucapan yang dianggap gaib atau memiliki kekuatan mistis.
- Pantun adalah puisi lama yang berasal dari tanah air. kata pantun berarti "seperti","bagai" atau "laksana". dalam 1 bait pantun berisi 4 baris dan 1 baris terdiri 8-12 suku kata. pantun bersajak a-b-a-b, baris 1 dan 2 disebut sampiran, baris 3 dan 4 disebut isi.
- Karmina adalah pantun kilat. 1 bait karmina terdiri 2 baris, 1 baris terdiri dari 8-12 suku kata, baris 1 disebut sampiran dan baris 2 disebut isi. Karmina bersajak a-a.
- Seloka adalah pantun berkait. 1 bait terdiri 4 baris dan 1 baris terdiri dari 8-12 suku kata. baris 1 dan 2 disebut sampiran, baris 3 dan 4 disebut isi. bersajak a-b-a-b. Baris 2 dan 4 bait pertama diulang menjadi baris 1 dan 3 pada bait kedua.
- Syair adalah puisi lama yang ada penulisannya seolah-olah seperti cerita. 1 bait Syair terdiri dari 4 baris, 1 baris idealnya terdiri dari 8-12 suku kata. Semua baris terdiri dari isi. Syair bersajak a-a-a-a.
- Talibun adalah Puisi lama yang berisi pesan atau nasihat atau ajaran hidup. Talibun setiap baitnya terdiri lebih dari 4 baris dan harus berjumlah genap (1bait minimal 6 baris), jika terdiri dari 6 baris maka baris 1,2,3 disebut sampiran. sedangkan baris 4,5,6 disebut isi. 1 baris terdiri 8-12 suku kata. Talibun bersajak a-b-c-a-b-c.
- Guridam artinya perhiasan. Guridam berisi nasihat atau ajaran hidup supaya lebih berhati-hati. Setiap 1 bait Guridam terdiri dari 2 baris, 1 baris terdiri dari 8-12 suku kata. Kedua garis Guridam terdiri dari isi semua, baris 1 berisi sebab, dan baris 2 berisi akibat. Guridam bersajak a-a.
Puisi Baru:
Menurut isi:
- Balada : berisi kisah mengharukan.
- Himne : pujian kepada Tuhan.
- Ode : ucapan syukur.
- Epigram : berisi ajaran atau tuntutan hidup.
- Satire : berisi ejekan
- Romansa : berisi ungkapan cinta.
- Elegi : berisi rantapan kesedihan.
Menurut Bentuk:
- Distikan : 2 baris
- Terzina : 3 baris
- Kuantrain : 4 baris
- Kuint : 5 baris
- Sektet : 6 baris
- Septima : 7 baris
- Stanita : 8 baris
- Soneta : 14 baris
Dalam puisi, terdapat 2 struktur yaitu Struktur Fisik dan Struktur Batin.
Struktur Fisik:
- Pencitraan adalah penggambaran isi puisi berdasarkan alat indera. contohnya pencitraan pengelihatan, pengecapan, penciuman, pendengaran, perabaan, perasaan dan gerak.
- Diksi adalah pilihan kata yang dapat membangkitkan pencitraan atau daya imajinasi.
- Kata konkret adalah makna dari diksi, bisa konotasi (makna tidak sebenarnya) atau denotasi (makna yang sebenarnya).
- Majas adalah gaya bahasa yang berfungsi untuk menghidupkan dan memperindah suatu puisi.
- Tema adalah pokok atau dasar cerita.
- Nada adalah cara penulis menyampaikan pesan puisi: menggurui, menasihati, mengejek, bercerita atau mencurahkan isi hati, menghakimi atau memojokan.
- Perasaan adalah perasaan penulis dalam puisinya.
- Amanat adalah pesan yang ingin pengarang sampaikan melalui ceritanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar